Sahur sampai Jam Berapa, Sih? Ini Jawabannya

787 views

Hybernasi.com –Waktu Sahur. Pertanyaan-pertanyaan seputar jam sahur menjadi pertanyaan yang selalu berulang setiap tahunnya, saat Ramadhan tiba. Jawaban atas pertanyan “sahur sampai jam berapa, sih?”, ini mau tidak mau harus berupa jawaban syar’i (berdasarkan syariat Islam). Jam sahur tidak bisa dijawab berdasarkan jawaban lain.

Sahur sampai jam berapa

Sebabnya, tak lain, karena puasa Ramadhan adalah syariat Islam, maka hal-hal yang terkait dengan puasa tersebut harus dicarikan jawabannya dalam Islam sendiri.

Karena jawaban untuk pertanyaan di atas tidak bisa ditemukan di dalam sumber utama ajaran Islam (al-Qur’an), maka yang paling mungkin menjawabnya adalah hadis Nabi Muhammad SAW. Di dalam surat al-Baqarah ayat 187 memang ada petunjuknya, namun petunjuk tersebut masih bersifat umum.

وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ

“… Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar …”

Sejak puasa Ramadhan disyariatkan, panduan mengenai jam dan juga menu apa yang sebaiknya disantap saat sahur, syariat tentang sahur pun sudah dijalankan Nabi SAW, keluarga Nabi, dan para sahabat. Itu sebabnya, panduan syariat mengenai sahur yang dapat mengantarkan kita kepada panduan yang pokok dapat digali dari khazanah dan tradisi berpuasa sejak era Nabi.

 

Hukum Asal Sahur

Yang menjadi kekeliruan umum dalam kalangan umat Islam dewasa ini adalah anggapan bahwa sahur itu wajib. Mereka berpatokan, kalau puasa Ramadhan itu wajib, maka sahur pun wajib.

Padahal, sejak disyariatkannya kewajiban puasa Ramadhan hingga hari ini, hukum sahur tetap sama: sunnah. Jadi, hukum asal sahur adalah sunnah. Sahur bahkan tidak menjadi syarat wajib bagi puasa. Dengan kata lain, jika kita lupa bersahur lalu keesokan harinya kita tetap berpuasa, puasa kita tetap sah. Puasa kita tetap tidak terganggu lantaran kita melalaikan sahur.

Berbeda soal kalau kita lupa berniat. Niat puasa Ramadhan itu adalah bagian dari syarat wajib, yang jika ditinggalkan puasa kita tidak akan sah. Namun, itu pun dengan berbagai pilihan mazhab.

 

Batas Waktu Sahur

Batas waktu sahur sebetulnya subuh. Jadi, selama azan Subuh belum berkumandang, waktu puasa Ramadhan belum masuk.

Jika selama ini sebagian kita menganggap bahwa saat imsak tiba kita tidak diperkenankan makan dan minum, itu sebetulnya hanya sebagai ikhtiar kehati-hatian. Imsak bukan batas waktu sahur.

Berikut ini batas-batas waktu sahur yang terbaik menurut Islam.

 

1. Waktu Terbaik Sahur adalah Menjelang Subuh

Yang dimaksud dengan waktu terbaik sahur adalah saat menjelang Subuh ini tidak dimaksudkan agar sahur sangat berdekatan dengan waktu Subuh sehingga sahurnya terburu-buru.

Nabi memang mensyariatkan sahur agar dilakukan saat menjelang subuh. Tujuannya pensyariatan (maqashid as-syariat) sahur di awal pagi itu antara lain agar kita diberikan tenaga yang cukup selama kita tidak makan-minum seharian penuh pada hari berikutnya. Orang yang makan sahurnya berdekatan dengan waktu Subuh, pagi harinya masih terasa kenyang, dan melakukan berbagai aktivitas harian pun akan terasa lebih enak.

 

2. Sahur juga Baik pada Akhir Sepertiga Malam

Akhir sepertiga malam ini sebetulnya hampir sama dengan bagian pertama di atas, yakni agar makan sahur itu dilangsungkan di bagian akhir malam.

Dalam sebuah hadis dari riwayat Ahmad diceritakan bahwa Nabi sangat menyukai dan bahkan menganjurkan agar umat Islam menyegerakan berbuka dan menunda sahur hingga di titik akhir menjalang subuh. Hadis-hadis yang berbicara masalah anjuran mengakhirkan sahur ini pun banyak sekali.

Kanjeng Nabi Muhammad SAW bersabda:

بَكِّرُوْا بِالإفْطَارِ، وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ

Hendaklah kalian menyegerakan berbuka puasa, sedangkan sahur diakhirkan

Terhadap beberapa hadis anjuran pengakhiran sahur tersebut, Abu Bakar al-Kalabazi menjelaskan bahwa waktu terbaik bersahur adalah akhir sepertiga malam. Abu Bakar al-Kalabazi berkata, min al-fitrati ta’khiru al-sahura (pengakhiran sahur adalah kebiasaan yang alamiah)

Di samping alasan-alasan yang disyariatkan, banyak ulama berpandangan bahwa pengakhiran sahur sebetulnya mengnadung beberapa hikmah, yaitu;

  1. Hikmah Kesehatan

Dengan mengakhirkan sahur, kita memiliki bekal tenaga yang cukup untuk menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.

Jika pada hari-hari biasa kita terbiasa makan pagi, maka sahur yang diakhirkan nilainya hampir sama dengan makan pagi. Untuk itu, bila kita terbiasa dengan pekerjaan-pekerjaan berat sepanjang hari di bulan Ramadhan, maka pengakhiran sahur akan sangat membantu untuk memiliki tenaga guna bekerja ekstra.

  1. Bersegera Salat Subuh

Dengan mengakhirkan sahur, kita tidak harus tertidur lagi untuk menunggu kumandang azan subuh.

Badingkan, misalnya, dengan orang yang bersahur antara jam 1 atau jam 2 dini hari yang harus menunggu subuh dengan tidur kembali. Kebanyakan dari kita akan melewatkan salat subuh karena bangunnya kesiangan. Untuk itu, bersahur di waktu akhir ini mangandung hikmah bahwa kita tidak perlu tidur (dengan risiko bangun kesiangan) untuk bersalat Subuh.

Dan alangkah lebih baik lagi, misalnya, pengakhiran sahur juga diikuti oleh niat untuk beribadah menjelang hingga saat subuh datang.

 

3. Waktu Imsak adalah Peringatan agar Berhati-hati

Banyak orang salah paham dengan istilah imsak. Banyak orang mengira, kalau musala atau masjid sudah mengumumkan waktu imsak, orang-orang Islam harus segera menyudahi aktivitas makan-minumnya.

Mereka menganggap bahwa imsak adalah saat di mana puasa telah dimulai, dan itu sebabnya hal-hal yang membatalkan puasa harus ditinggalkan.

Ini adalah kesalahan umum. Imsak artinya “menahan”. Arti lainnya, jika waktu sudah memasuki waktu imsak, kita dianjurkan untuk berhati-hati dengan aktivitas mengonsumsi makanan. Sebab, sekitar 10 menit selepas imsak, azan Subuh akan berkumandang. Dan jika sudah masuk waktu subuh, semua aktivitas makan-minum harus diakhiri. Kalau tidak, puasanya batal.

 

4. Sebaiknya Ada Jeda antara Sahur dan Subuh

Anjuran terbaiknya adalah memang harus ada jeda antara sahur dan salat Subuh. Dengan mengambil jeda, kita punya waktu yang cukup untuk berkumur dan membersihkan mulut dari sisa-sisa makanan.

Inilah kenapa imsak itu penting. Imsak yang berarti “menahan” sebetulnya bermaksud agar kita lebih berhati-hati dan waspada dengan sisa waktu menjelang Subuh. Karena, selepas masuk imsak, waktu Subuh tinggal beberapa menit lagi.

 

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Hilal?

 

Akhirul Kata

Jadi, sebetulnya, sahur sampai jam berapa, sih? Waktu sahur adalah waktu sepanjang malam, sebelum azan Subuh berkumandang. Dengan kata lain, Anda boleh bersahur selepas tarawih, jam 12, dan seterusnya hingga azan Subuh menggema.

Semoga bermanfaat!

akhir sepertiga malam azan subuh batas waktu sahur menjelang subuh pengakhiran sahur puasa puasa ramadhan sahur sahur sampai jam berapa subuh waktu sahur waktu terbaik sahur

Related Post

Leave a reply