Kaidah Translate Dokumen di Google Translate yang harus Anda Ketahui

491 views

Hybernasi.com –Google Translate. Adakah yang tidak atau mungkin kurang familiar dengan Google Translate? Tool translate dokumen pabrikan Google ini kini telah dibekali kemampuan menerjemahkan dokumen secara lebih mumpuni. Google translate bahkan mampu menerjemahkan dokumen hingga mendekati presisi bahasa tujuan. Kali ini, Hybernasi akan membagi kaidah translate dokumen di Google Translate, cara sekaligus keunggulan Google Translate dibandingkan dengan tool translator yang lain.

Translate Dokumen di Google Translate

Translation (penerjemahan) adalah aktivitas memindahkan bahasa sumber ke dalam bahasa target. Bahasa sumber kerap pula disebut sebagai Source Language (SL), dan bahasa target disebut Target Language (TL).

Sebelum kehadiran mesin atau tool translator, penerjemahan dilakukan secara manual. Penerjemah melakukan penerjemahan dengan memanfaatkan kamus bahasa (language dictonary), kamus istilah (term dictionary), dan buku-buku rujukan (reference materials) untuk menyempurnakan hasil terjemahannya. Hasilnya memang sangat memuaskan. Hasil terjemahannya berupa dokumen yang mantap sebagai produk teks dalam bahasa target.

Namun, seiring perkembangan tool translator, aktivitas penerjemahan kini pun turut bergeser. Google pun melakukan berbagai pembenahan sehingga Google Translate mampu bekerja dengan lebih baik. Maka, translate dokumen di Google Translate pun kini telah hadir dengan tingkat akurasi language proficiency yang mumpuni. Google Translate Dokumen adalah jawaban yang pas bagi mereka yang memiliki kebutuhan untuk translate dokumen Indonesia ke Inggris atau sebaliknya.

Selain itu, Google Translate juga sudah melakukan update terhadap;

  1. Kapasitas Kata

Jika sebelumnya Google Translate hanya mampu menerjemahkan dalam kapasitas yang terbatas, kini Google Translate dokumen mampu menampung hingga 5000 karakter. Dengan demikian, secara otomatis Google Translate mampu bekerja pada wilayah Google Penerjemah Kalimat secara lebih luas, sehingga Anda pun tidak lagi memerlukan kamus translate kalimat yang kaku dan manual.

  1. Aksesibilitas Penggunaan

Sebelum Google mengeluarkan produk Google Voice (Google Suara), Google Translate hanya bisa mengakses dokumen berbentuk teks. Kehadiran Google Voice memungkinkan pengguna menerjemahkan suara ke dalam teks. Selain itu Google Translate pun kini mampu membaca file dalam beragam format, seperti file ppt, word, dan pdf.

Dengan dua fitur utama ini, Google dokumen translate bisa memberikan pengalaman penerjemahan yang lebih nyaman dan tentu saja menghemat waktu. Untuk mengakses Google Translate, dengan hanya dapat mengetikkan www.google.co.id translate di mesin pencarian Google, Google Translate sudah muncul di layar gawai atau laptop.

Lalu, bagaimanakah kaidah translate dokumen di Google Translate dokumen yang harus Anda ketahui? Yuk, ikuti kaidah-kaidah berikut.

 

5 Kaidah Translate Dokumen di Google Translate

Translate dokumen di Google Translate kini bukan lagi perkara yang sulit. Translate dokumen dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Berikut ini dipaparkan beberapa kaidah translate di Google Translate yang wajib Anda perhatikan.

 

1. Buatlah Kalimat Sederhana (Simple Sentence)

Google Translate, di tempat pertama, bukanlah manusia. Google Translate memiliki keterbatasan memori kebahasaan (linguistics memory).

Artinya, terdapat ungkapan-ungkapan (terms), ekspresi idiomatik (idiomatic expression), dan lain-lain yang tak dapat diterjemahkan oleh Google Translate Document. Ia hanya mampu menerjemahkan kalimat-kalimat sederhana yang tidak mengandung istilah atau ungkapan yang berlaku secara khusus dalam suatu bidang tertentu, misalnya istilah kedokteran (clinical terms), istilah kebudayaan (cultural terms), istilah ekonomi (economical terms), dan lain-lain.

Untuk itu, bagi Anda yang berkepentingan dengan translate dokumen, sebaiknya bahasa dalam dokumen tersebut Anda tata berdasarkan tata bahasa sederhana (simple sentence). Jika tidak, akan terdapat masalah pada bagian-bagian yang saya sebutkan di atas.

Nah, untuk ungkapan-ungkapan spesifik tersebut, Anda masih perlu menggunakan cara manual, misalnya mengecek di kamus istilah dan buku rujukan.

 

2. Hindari Banyak Koma di dalam Kalimat

Terdapat kebiasaan kepenulisan di kalangan kita, lebih-lebih penulis pemula, untuk menulis kalimat yang mengandung banyak koma.

Untuk tulisan/artikel yang mengandung banyak koma, Google Translate tidak akan bekerja dengan baik. Bahkan, kalimat-kalimat hasil terjemahan Google Translate Document cenderung kehilangan fokus. Persisnya, jika satu kalimat mengandung banyak koma, kecenderungannya adalah bahwa kalimat tersebut mengandung banyak subyek (sentence subject). Terhadap jenis kalimat ini, Google Translate akan kehilangan fokus terjemahan, dan hasilnya pasti sangat mengecewakan.

Untuk itu, penggallah kalimat-kalimat panjang yang mengandung banyak koma tersebut ke dalam kalimat yang lebih sederhana. Misalnya, dalam satu kalimat Anda hanya menerapkan maksimal dua subjek dan satu predikat. Atau, satu subyek diikuti oleh dua predikat, dan seterusnya.

Namun agaknya khusus untuk bahasa Arab lama perlu dikecualikan, sebab bahasa Arab lama justru tidak mengenal titik dan koma. Jadi, jika Anda berkepentingan dengan Google Translate Arab Indonesia, sebaiknya Anda melakukan banyak editing -sebelum dan sesudah penerjemahan dokumen.

 

3. Gunakan Bahasa Baku (Standard Language)

Google Translate adalah layanan penerjemahan yang –sementara ini- didasarkan pada bahasa baku. Google Translate belum dibekali kemampuan untuk menerjemahkan bahasa gaul (slang) yang berlaku dalam rumpun bahasa pergaulan atau bahasa kebudayaan.

Memang, sejauh ini Google Translate sudah menggarap bahasa Jawa (Google Javanis) dan Sunda (Google Sundanese), namun itu pun juga sebatas bahasa baku. Dengan kata lain, Google Translate Indonesia Sunda misalnya hanya mampu bekerja pada wilayah bahasa Sunda yang Formal. Untuk itu, hindari penggunaan bahasa pasaran (slang language) dalam dokumen atau berkas terjemahan.

Untuk panduan kebakuan bahasa Indonesia, silakan baca PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Atau, untuk lebih mudahnya, silakan kunjungi laman daring KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Dan untuk kamus bahasa lokal, bahasa Sunda misalnya, sementara ini belum ada kamus bahasa Sunda online sebaik KBBI. Bahasa Sunda Translate Google masih harus ditunggu peluncurannya.

 

4. Minimalisir Penggunaan Sistem Lambang Transliterasi

Apa itu sistem lambang transliterasi? Transliterasi sendiri, menurut KBBI daring, adalah pengalihsuaian sistem abjad yang satu ke sistem abjad yang lain.

Sebagai misal, alihsuai sistem abjad bahasa Arab ke dalam sistem abjad bahasa Indonesia. Sistem fonetik bahasa Arab yang demikian banyak berselisih dengan sistem fonetik bahasa Indonesia kerap kali harus diakali dengan menggunakan sistem lambang tertentu, sehingga ketika terbaca dalam abjad bahasa Indonesia ia terbaca layaknya sistem abjad bahasa Arab.

Untuk beberapa sistem abjad, Google Translate sudah bisa membaca. Namun, secara umum, Google Translate belum dibekali kemampuan membaca hingga detail.

Memang terdapat ragam rumpun bahasa yang memiliki sistem morfologi, fonetik dan abjad yang berbeda dengan tata bahasa Latin secara umum, misalnya bahasa Rusia, Jerman, dan Prancis.

 

5. Lakukan Penyeliaan Bahasa (Language Editing)

Penyeliaan Bahasa (Language Editing) tentu dilakukan setelah Google Translate selesai menerjemahkan dokumen kita. Kenapa? Alasannya adalah yang di atas: Sekalipun Google Translate sudah kita akali dengan penggunaan kalimat sederhana, namun tak menutup kemungkinan bahwa ia masih melakukan kesalahan (sekurangnya minor error). Untuk itu, kita perlu melakukan penyeliaan pasa-penerjemahan.

Google Translate memang mampu membaca dan menerjemahkan dokumen dalam format .docx, .ps, .doc, .pptx, .pdf, .xls, .odf, .txt, .ppt, .rtf, dan .xlsx. Namun, Google Translate belum dibekali mesin pembaca untuk sistem lambang yang berlaku di dalam bahasa dan kalangan tertentu (private circles).

Itulah kaidah translate dokumen di Google Translate yang harus Anda ketahui. Berikut ini disajikan pula manual atau cara menggunakan layanan penerjemahan Google Translate.

 

Cara Menggunakan Google Translate

  1. Buka browser, lalu ketikkan https://translate.google.co.id.
  2. Klik menu ‘Dokumen’.
  3. Selanjutnya, pada tombol ‘jelajahi komputer’, klik dokumen yang hendak diterjemahkan. Ukuran dokumen tidak boleh melebihi 10 MB.
  4. Setelah dokumen terunggah, tentukan sumber bahasa dan target bahasa (hasil terjemahan). Kemudian, klik terjemahkan. Google Translate akan bekerja untuk beberapa saat.
  5. Done! Kini dokumen sudah dikerjakan oleh Google Translate.
  6. Silahkan Salin (Copy) dokumen tersebut, dengan menekan Tombol Salin di pojok kanan bawah. Kini, saatnya Anda memeriksa dokumen tersebut.

Sangat mudah dan gampang, bukan?

 

Keunggulan Google Translate

Google Translate adalah tool translator yang paling populer di kalangan translator user. Apa saja sih sebetulnya keunggulan Google Translate?

  1. Kecepatan dan Kemudahan Penerjemahan

Sebagaimana disinggung di bagian cara menggunakan Google Translate bahwa pengerjaan penerjemahan Google Translate demikian mudah dan cepat. Anda tidak perlu melakukan hal-hal teknis lain selain hanya cukup menyiapkan dokumen untuk Anda unggah ke Google Translate.

Selain itu, kini Google Translate telah dibekali lebih dari 100 memori bahasa di dalamnya.

  1. Kemampuan Membaca Dokumen dalam Beragam Format

Nilai lebih yang lain dari Google Translate ada pada kemampuannya untuk membaca dokumen translate dalam berbagai format. Jadi, dokumen Anda yang terserak ke dalam berbagai format penyimpanan tak perlu dirisaukan untuk diganti ke dalam format baru. Google Translate mampu membaca dokumen-dokumen Anda tanpa membuang sedikit pun teks atau bacaan.

  1. Menerjemah dalam Jumlah Karakter yang Banyak

Google Translate termutakhir mampu menampung dan menerjemahkan teks hingga 5000 karakter. Tentu ini merupakan keuntungan tersendiri. Karena, dengan demikian, Anda tak perlu menunggu waktu lama untuk menerjemahkan dokumen yang berisi ribuan kata dan karakter. Jumlah teks yang luas memungkinkan Anda bekerja lebih cepat.

Keunggulan Google Translate di atas ini barangkali akan terus diperbarui oleh Google. Yang jelas, Google pasti mempertimbangkan kenyamanan pengguna (user experience) di tempat pertama. Dan untuk itu, Google pun akan berbenah menuju pelayanan penerjemahan Google Translate yang lebih baik.

 

Baca juga: 13 Situs Penerjemah Bahasa Inggris selain Google Translate

 

Akhirul Kata

Demikianlah kaidah dan cara translate dokumen di Google Translate, juga keunggulan-keunggulan Google Translate dibandingkan dengan tool translator yang lain. Bagaimana? Anda sudah cukup tercerahkan?

Hybernasi hanya berbagi. Andalah juri yang sesungguhnya!

bahasa bahasa indonesia dokumen Google Translate kaidah translate kaidah translate dokumen keunggulan google translate menerjemahkan dokumen sistem abjad translate translate dokumen

Related Post

Leave a reply