Dugaan Kecurangan Pemilu 2024 di Madura, Warga Kepung Sekretariat PPS

dugaan kecurangan pemilu 2024 di madura

Hybernasi.com –Dugaan kecurangan Pemilu 2024 di Madura, di kabupaten Sampang. Sejumlah warga menggeruduk sekretariat PPS (Panitia Pemungutan Suara) desa Gunung Rancak, kecamatan Robatal, pada Selasa (13/02/2024). Warga menuntut penyelenggara untuk menyerahkan form C-6 yang diduga sengaja ditilap oleh pihak penyelenggara sendiri sehingga mereka tidak menerima form tersebut sampai dengan H-1.

Aksi penggerudukan ini, menurut koordinator aksi Mubarok, adalah yang kedua. Sebelumnya, pada Senin (12/02/2024), warga juga sudah melakukan aksi serupa, yang juga berakhir dengan tangan kosong. Mubarok menengarai, penilapan form C-6 tersebut diduga terkait dengan kongkalikong antara penyelenggara dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan pemilu.

“Panitia, baik di Panwascam maupun di KPPS, terkait hubungan kekeluargaan dengan seorang caleg yang terdaftar melalui dapil kami”, ungkapnya. Dia menambahkan, warga bingung ke mana harus menyampaikan aspirasinya. Dia hanya berharap, KPU kabupaten Sampang dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan. Kalau tidak, bisa jadi warga akan mengambil tindakan sendiri.

Di sekitaran lokasi sekretariat PPS dijaga ketat oleh aparat kepolisian setempat, sebagai antisipasi terhadap gesekan fisik antara warga dengan penyelenggara pemilu.

 

Madura dan Kecurangan di X

dugaan kecurangan pemilu 2024 di madura

Sampai dengan berita ini ditulis, tagar Madura dan Kecurangan trending di X. Beberapa pengguna mengunggah video yang memperlihatkan aksi penggerudukan massa di kabupaten Sampang, Madura. Video ini memperlihatkan dugaan kecurangan lain, yakni pencoblosan surat suara dilakukan oleh penyelenggara sendiri.

Pemilik akun X @brother_djon mengunggah video berdurasi kurang dari semenit yang memperlihatkan betapa marahnya warga desa Gunung Kesan, Sampang, terhadap penyelenggara di tingkat desa. Video sudah ditonton 2,3 juta oleh seluruh pengguna X.

Dengan menggunakan bahasa Madura berdialek Sampang, seorang perwakilan warga, marah-marah dan membentak penyelenggara. Dalam bahasa Indonesia, inilah terjemahannya:

“Kamu kok lari? Siapa yang menyuruh kamu? Siapa? Kalau tidak mau mengaku, saya tempiling kamu …”

“Di Gunung kesan tidak ada coblosan. Surat suara sudah tercoblos”

Belum ada tindakan atau pernyataan apapun dari KPU dan Bawaslu kabupaten Sampang terkait dengan kekisruhan di dua desa tersebut. (Hy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *