Chord Fiersa Besari – Runtuh dan Makna Liriknya

chord fiersa besari – runtuh

Hybernasi.com –Sebagai pecinta musik Indonesia, kita seringkali terpukau oleh lagu-lagu yang tidak hanya memikat telinga, tetapi juga mengusik perasaan dan merangkul jiwa. Salah satu contohnya adalah lagu Runtuh yang dibawakan oleh Fiersa Besari. Dalam artikel ini, Chord Fiersa Besari – Runtuh dan Makna Liriknya, kita akan melakukan analisis mendalam terhadap lirik lagu ini, mengungkap makna dan pesan yang tersembunyi di balik kata-kata yang disusun dengan indah.

 

A. Chord Fiersa Besari – Runtuh

[Verse 1]

Cmaj7                  Am7

Ku terbangun lagi… di antara sepi…

      Gadd9               Fmaj7

Hanya piki…ran yang… ramai…

Cmaj7               Am7

Mengutuki diri… tak bisa kembali…

         Gadd9            Fmaj7

Tuk mengubah… alur… kisah…

 

[Pre-Chorus]

    Gadd9         Am7        Fmaj7

Ketika mereka meminta tawa…

      Gadd9           Am7        Fmaj7

Ternyata rela tak semudah kata…

 

[Chorus]

          Cmaj7           Fmaj7          Cmaj7

Tak perlu khawatir ku hanya terluka…

      Am7          Fmaj7         Gadd9

Terbiasa tuk pura-pura tertawa…

       Fmaj7            Em7           Am7

Namun, bolehkah sekali saja ku menangis?

Gadd9         Fmaj7          Fm7        Cmaj7   Fmaj7

Sebelum kembali membohongi diri

 

[Verse 2]

Cmaj7                 Am7

Ketika kau lelah… berhentilah dulu

       Gadd9             Fmaj7

Beri ruang… beri… waktu…

 

[Pre-Chorus]

    Gadd9            Am7        Fmaj7

Mereka bilang syukurilah saja…

    Gadd9            Am7        Fmaj7

Padahal rela tak semudah kata…

 

[Chorus]

          Cmaj7           Fmaj7          Cmaj7

Tak perlu khawatir ku hanya terluka…

      Am7          Fmaj7         Gadd9

Terbiasa tuk pura-pura tertawa…

       Fmaj7            Em7           Am7

Namun, bolehkah sekali saja ku menangis?

Gadd9         Fmaj7          Fm7        Cmaj7

Sebelum kembali membohongi diri

 

[Bridge]

Ha-ha haa…

Fmaj7

Ha-ha haa…

Cmaj7            Fmaj7

Ha-ha haa… oo…

Em7 Fmaj7 Am7 Gadd9 Fmaj7 Gadd9

 

[Chorus]

       Cmaj7          Fmaj7             Cmaj7

Kita hanyalah manusia yang terluka…

      Am7          Fmaj7         Gadd9

Terbiasa tuk pura-pura tertawa…

       Fmaj7            Em7           Am7

Namun, bolehkah sekali saja ku menangis?

Gadd9        Fmaj7            Fm7        Cmaj7

Ku tak ingin lagi membohongi diri…

 

[Outro]

         Fmaj7         Fm7       Cmaj7

Ku ingin belajar menerima diri

 

B. Analisis Lirik Lagu Runtuh

Dalam lagu Runtuh yang dinyanyikan oleh Fiersa Besari, terdapat lapisan-lapisan makna yang dalam dan memerlukan pemahaman yang mendalam untuk bisa menggali inti dari pesan yang disampaikan. Melalui lirik-lirik yang disusun dengan indah, Fiersa Besari menggambarkan perjalanan batin seseorang yang sedang berjuang melawan kehampaan dan ketidakpastian dalam hidupnya.

Pertama-tama, dalam bait pertama, Chord Fiersa Besari – Runtuh menyampaikan tentang perasaan terbangun di tengah keheningan dan kesepian. Ini mencerminkan keadaan pikiran yang kacau dan penuh dengan kegelisahan, yang seringkali menjadi momen-momen di mana kita merenungkan kehidupan dan pilihan-pilihan yang telah kita buat. Kata-kata “Hanya pikiran yang ramai” menggambarkan kekacauan dalam batin, yang terus-menerus dipenuhi dengan berbagai pertanyaan dan keraguan.

Selanjutnya, Fiersa Besari membahas tentang ketidakmampuan untuk mengubah masa lalu, “Tak bisa kembali ‘tuk mengubah alur kisah.” Ini menyoroti bagaimana seringkali kita merasa terjebak dalam keadaan yang sudah terjadi, tanpa kemampuan untuk mengubahnya. Hal ini dapat menjadi beban yang berat dalam kehidupan, terutama ketika kita menyadari bahwa pilihan-pilihan yang kita buat mungkin tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita.

Di bagian refrin, Fiersa Besari mengungkapkan perasaan pura-pura bahagia yang seringkali kita tunjukkan kepada orang lain, meskipun sebenarnya kita sedang terluka di dalam. Kata-kata “Tak perlu khawatir, ku hanya terluka / Terbiasa ‘tuk pura-pura tertawa” mencerminkan bagaimana kita seringkali menutupi ketidakbahagiaan kita dengan menyembunyikan rasa sakit di dalam hati. Namun, di sisi lain, Fiersa juga bertanya, “Bolehkah s’kali saja ku menangis?”, menunjukkan bahwa di balik pura-pura bahagia tersebut, ada keinginan untuk mengungkapkan kesedihan yang sesungguhnya.

Dalam bait kedua, Fiersa Besari memberikan pesan untuk berhenti sejenak ketika kita merasa lelah. Hal ini mengingatkan kita bahwa penting untuk memberi diri sendiri waktu dan ruang untuk menyembuhkan diri dari beban-beban yang kita pikul. Terkadang, kita terlalu fokus pada berbagai tuntutan dari luar sehingga kita lupa untuk memperhatikan kebutuhan diri sendiri.

Di akhir lagu, Fiersa Besari mengajak kita untuk menerima diri sendiri apa adanya. Dengan mengatakan “Ku ingin belajar menerima diri”, Fiersa Besari mengingatkan kita bahwa penerimaan terhadap diri sendiri merupakan langkah pertama dalam proses penyembuhan dan pertumbuhan pribadi.

Secara keseluruhan, Runtuh bukan hanya sekadar lagu dengan melodi yang indah, tetapi juga merupakan karya seni yang menggambarkan perjuangan batin manusia dalam menghadapi kehidupan. Dengan lirik yang mendalam dan puitis, Fiersa Besari berhasil menyampaikan pesan yang mampu menggetarkan hati pendengarnya dan menginspirasi mereka untuk tetap kuat dalam menghadapi segala rintangan yang ada.

 

C. Penutup

Lagu Runtuh oleh Fiersa Besari bukan hanya sekadar kumpulan kata-kata yang diiringi oleh melodi yang menyentuh. Melainkan, lagu ini adalah refleksi mendalam tentang perjuangan manusia dalam menghadapi kesedihan, penyesalan, dan kesulitan untuk menerima diri sendiri. Dengan lirik yang jujur dan musik yang menghanyutkan, lagu ini mengajak pendengarnya untuk merenung dan memahami bahwa kelemahan dan kerapuhan adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman hidup. Sehingga, melalui Chord Fiersa Besari – Runtuh, kita dapat lebih menghargai dan menikmati lagu ini dengan cara yang lebih dalam dan bermakna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *