Artis Laga Indonesia ini tetap Prima di Usia Senja

1327 views

Hybernasi.com –Artis Laga. Sejak 1970an, telah banyak bermunculan artis laga Indonesia dengan talenta akting yang luar biasa. Namun seiring waktu dan perubahan, tidak semua artis laga tersebut dapat beradaptasi –di samping harus tetap prima untuk terus bekerja sampai usia senja. Inilah artis laga Indonesia yang tetap prima di usia senja.

Artis Laga Indonesia

Fakta bahwa pertumbuhan artis laga Indonesia sejak tahun 2000an hingga sekarang kian berkecambah, itu tak dapat dimungkiri. Kompetisi di level ini pun makin ketat. Tak sembarang talenta dapat menembus rimba tersebut.

Dengan kata lain, artis laga angkatan lama harus menemukan cara baru agar tetap bisa eksis untuk menemukan pangsa pasarnya.

Jika kurun 1970an adalah pasar artis laga Indonesia kolosal, memasuki milenium kedua ia berubah sama sekali. Memang, unsur laga tetap dipertahankan dalam beberapa film laga, namun sebagian besarnya ia sudah berlatar kehidupan modern perkotaan; bukan lagi kerajaan atau kehidupan rakyat di perkampungan.

Seberapa adaptifkah para artis laga Indonesia angkatan lama terhadap perubahan yang melesat cepat?

Berikut ini hanya akan dibahas terlebih dahulu seputar daya tahan mereka pada siklus umur yang terus menua, di mana kadangkala ia menjadi faktor pertama terhadap mengeroposnya ketahanan tubuh, keprimaan stamina, dan lainnya.

 

5 Artis Laga Indonesia yang tetap Prima di Usia Senja

 

1. George Rudy

Artis laga Indonesia pertama yang tetap prima meski umurnya menanjak senja adalah George Rudy. Goerge Rudy lahir pada 30 Oktober 1954. Istri George Rudy adalah Inneke Indra, dan dikaruniai 2 orang anak.

Aktif bermain dalam beberapa film laga mulai era 1990an,  artis kelahiran Jember ini awalnya kerap tampil dalam film garapan sutradara Fritz G. Schadt. Fritz G. Schadt sendiri merupakan aktor sekaligus sutradara yang sangat besar pengaruhnya dalam aras perfileman laga Indonesia sejak awal 60-an.

Mulanya, Fritz G. Schadt cuma aktor biasa untuk beberapa film laga di tahun 50-an. Namun, sejak awal 60-an ketika menyeberang ke profesi sutradara, namanya sangat diperhitungkan.

George Rudy adalah salah satu artis rekrutan Fritz G. Schadt yang terbilang sukses. Di dalam film garapan Fritz G. Schadt, George Rudy muda bermain untuk film Pukulan Bangau Putih, Balada Jawara, Cewek-Cewek dan beberapa film lain.

Pria kelahiran Jember 1955 ini mengawali kiprah dalam dunia seni peran Indonesia ketika dia membintangi Pembalasan Naga Sakti pada 1976. Jadi, sejak awal tahun 60an, George Rudy muda sudah bermain film kolosal yang sangat menantang. Dan sepanjang 43 tahun meniti karir di layar kaca, artis laga Indonesia dengan nama Tionghoa Tjwan Hien ini telah membintangi puluhan film, yang kebanyakan merupakan film laga.

Di umurnya yang kini menanjak senja, George Rudy masih terlihat prima dan masih terlibat secara aktif dalam film laga Comic 8 Casino Kings (part 2). Dalam film laga ini George Rudy bahkan memerankan anggota kelompok pembunuh berdarah dingin The Hunters.

Belakangan, George Rudy bahkan masih kelihatan sangat bugar dalam sinema elektronik (sinetron) Anak Langit, dengan beradu kebolehan akting dengan artis muda Stevan William.

Dengan demikian, George Rudy adalah contoh dari segelintir artis yang memasuki usia senja namun tetap prima dan aktif dalam film-film laga yang menguras tenaga. Artis laga Indonesia satu ini memang teladan yang jempolan.

Filmografi Unggulan:

  • Bandit-Bandit Internasional (1977)
  • Juara Karate (1977)
  • Bang Kojak (1977)
  • Pukulan Bangau Putih (1977)
  • Bulan Madu (1979)

Filmografi Terkini:

  • Comic 8: Casino Kings

 

2. Barry Prima

Siapa tak kenal salah satu nama besar dalam jagad perfileman laga-kolosal di Tanah Air satu ini? Anak-anak kiwari? Barry Prima adalah nama besar, legenda film laga Indonesia beraliran kolosal. Untuk anak-anak kelahiran 80 hingga 90an, Barry Prima adalah representasi imaginer kepahlawanan yang mengisi dunia imajinatif sampai mengharu-biru.

Ya, siapa lagi kalau bukan Hubertus Barry Knoch Prima, atau yang populer dengan nama Barry Prima. Dialah si Pendekar Bukit Tengkorak, Tarzan Raja Rimba, Jampang, Jaka Sembung, dan masih banyak film laga kolosal lain yang teramat akrab dan lalu identik dengan namanya.

Artis berdarah Belanda ini telah memulai kiprahnya dalam dunia akting film laga Indonesia sejak 1978, saat umurnya baru menginjak 23 tahun. Berdasarkan catatan Wikipedia, 31 Oktober adalah tanggal lahirnya. Dan sejak Oktober 2021 yang lalu, artis laga Indonesia berwajah Indo ini genap berusia 66 tahun. Jadi, memasuki Oktober 2022 nanti, umur Barry Prima adalah 67 tahun.

Namun tampaknya, Barry Prima tak terlalu risau dengan umur. Terbukti, meski kini sudah memasuki usia kepala tujuh, Barry Prima tetap terlihat prima dan terus berkarya.

Sepanjang 43 tahun berkarier dalam dunia entertainment Tanah Air, pria kelahiran 1955 ini selalu tampil stabil untuk setiap peran yang dia mainkan. Sebagai bukti, dari 70-an judul film yang dia mainkan, 20-an film di antaranya adalah film sinetron. Dan dari semua genre film tersebut, Barry selalu tampil memukau.

Seperti terdapat kepercayaan dalam dunia perfileman nasional bahwa artis siapa pun yang belum pernah terjun di film horor, dia belum mapan kedudukannya sebagai artis. Nah, Barry Prima malah beberapa kali terlibat adu akting dengan legenda film horor Indonesia, Suzzanna.

Namun, dalam semua genre film yang Barry Prima perankan, Barry umumnya memerankan karakter kepahlawanan atau kesatriaan. Ya, apa lagi kalau bukan karena tubuhnya yang penuh otot, kekar, dan sekaligus rupawan. Film Si Rawing, barangkali menjadi salah satu film yang tak mudah lekang dari ingatan generasi 80an. Karena film Si Rawing ini, banyak anak-anak usia remaja di masanya yang mengimajinasikan dirinya menjadi tokoh idola Rawing.

Berikut ini beberapa judul film Barry Prima.

Filmografi Unggulan:

  • Jaka Sembung Sang Penakluk (1981)
  • Pasukan Berani Mati (1982)
  • Golok Setan (1983)
  • Komando Samber Nyawa (1985)

Filmografi Terkini:

  • Fatih di Kampung Jawara

 

3. Joseph Hungan

Kalau dulu Anda sering menonton film laga Indonesia genre kolosal di mana pemeran utamanya adalah Barry Prima atau Willy Dozan, Anda pun pasti akrab dengan pria berwajah ketimuran yang selalu menjadi musuh bebuyutan Barry dan Willy.

Yaps, dialah Joachim Joseph Hungan, atau populernya Joseph Hungan. Pria kelahiran Ambon 1959 ini adalah atlet seni bela diri Tae Kwon Do yang sarat prestasi. Namun, dia lebih memilih terjun ke dunia film, khususnya film laga, yang kemudian memang mengangkat namanya hingga mengisi salah satu bangku kosong pada deretan legenda artis laga Indonesia.

Di awal-awal karir, Joseph Hungan seringkali diperankan sebagai pemeran pembantu, seperti pada serial Saur Sepuh/Satria Madangkara pada 1987. Namun, seiring sukses besar yang diraih film laga ini, Joseph Hungan pun turut menuai popularitas.

Maka, pada pada 1989, Joseph Hungan pun terlibat secara penuh pada film garapan S.A Karim berjudul, Pendekar Mata Satu, lalu disusul Si Rawing 2 (episode 2) pada 1993. Dan pada Si Rawing 2 inilah untuk pertama kali Joseph Hungan beradu akting dengan Barry Prima. Keduanya kemudian terlibat adu akting lebih intens dalam film-film laga Indonesia kolosal di kemudian hari.

Sebetulnya, Joseph Hungan sudah aktif di pentas film nasional tidak saja sejak Saur Sepuh. Sebelum itu, ia sudah bermain untuk film Pernikahan Berdarah, Malaikat Bayangan, Mandala Penakluk Satria Tartar, dan Bisikan Arwah.

Joseph Hungan telah menghasilkan puluhan judul film, baik film laga maupun drama. Bahkan, di usia senjanya kini pun Joseph Hungan masih aktif dan prima beradu akting dengan berbagai talenta muda pendatang baru di layar kaca. Pada 2021 saja, Joseph Hungan masih bermain untuk sinetron Dari Jendela SMP dan Buku Harian Seorang Istri.

Sejak Joseph Hungan mualaf pada 1991, sebetulnya ia sudah berganti nama menjadi Maulana Jusuf Hungan.

Filmografi Unggulan:

  • Mandala Penakluk Satria Tartar (1988)
  • Pendekar Ksatria (1988)
  • Pertarungan Iblis Merah (1988)
  • Pendekar Mata Satu (1989)
  • Babad Tanah Leluhur (1990)
  • Si Rawing II (1993)
  • Sesepuh Majapahit (1995)

Filmografi Terkini:

  • Dari Jendela SMP
  • Buku Harian Seorang Istri

 

4. Willy Dozan

Pria asal Magelang keturuan Teonghoa ini seperti tak habis-habis, atau memang tak mau habis. Usia boleh menua, tapi jiwa dan spirit tetap prima. Mungkin ini yang diyakini dan dipedomani pria bernama asli Chuang Chen Li tersebut.

Di kalangan artis dunia, dia dikenal dengan nama Billy Chong, sebuah nama yang mengingatkan kita pada aktor Hong Kong Cherie Chung.

Willy Dozan adalah artis laga Indonesia yang menekuni dunia keaktorannya dengan sepenuh hati. Sebagaimana diketahui, pria tampan berwajah oval ini pernah mengasah kemampuan bela dirinya hingga ke Taiwan, Jepang, Hongkong, dan Amerika Serikat. Demi apa? Demi memoles koreografi akting film laga Indonesia sehingga kompetitif pada tataran film laga secara global.

Sejak Willy Dozan membintangi film laga Deru Debu, film laga Indonesia seperti langsung berdenyut lebih kencang. Banyak artis laga baru bermunculan. Secara internasional, Willy Dozan pernah memenagi Internatonal Movie Academy Award untuk kategori the Best New Comer melalui film Crystal Fist.

Di antara puluah film yang pernah dibintanginya, film-film berikut mungkin jadi film terbaik Willy Dozan: Serial Pembalasan Si Pitung  pada 1977, Serial Deru Debu pada 1995, dan Sapu Jagad pada 2000

Filmografi Unggulan:

  • Pendekar Liar (1982)
  • Pernikahan Berdarah (1987)
  • Rio Sang Juara (1989)
  • Angkara Membara (1990)
  • Duel, the Last Choice (2014)
  • Comic 8, Casino Kings (1 dan 2)

Filmografi Terkini:

  • Tutur Tinular (Tayang di MNCTV)

 

5. Fendy Pradana

Di antara banyak nama besar dalam film laga Indonesia bergenre kolosal, nama terakhir ini masih terbilang cukup muda. Fendy Pradana, pria kelahiran 1965 ini masih terlihat bugar-prima, dan terbilang cukup rajin muncul di layar kaca, bahkan hingga hari ini.

Terkait dengan kehidupan keluarganya, tidak diketahui siapa sesungguhnya istri Fendy Pradana. Beberapa tahun lalu, tiba-tibak banyak pemberitaan “istri Fendy Pradana meninggal”. Namun yang jelas, Fendy Pradana kini hidup dengan kedua anaknya; Marco Ivanos dan Marco Caesar.

Belakangan, dia memerankan tokoh Pak Prapto dalam sinetron Dari Jendela SMP yang tayang di SCTV. Jadi, di sinetron ini, peran Pak Prapto diperankan oleh Fendy Pradana.

Sebagaimana tokoh-tokoh populer dalam film laga Indonesia, Fendy Pradana pun telah menghasilkan karya yang tak sedikit. Fendy Pradana muda adalah sosok yang jago beladiri, berbadan kekar, dan penuh wibawa. Sejak 1995, di mana untuk pertama kali kakinya menginjak halaman perfileman Indonesia, Fendy Pradana sedikitnya telah menghasilkan 29 film dari berbagai genre.

Karena perawakan dan pembawaanya yang nyaris mirip Barry Prima, dia kerap disandingkan dengan Barry sebagai penerusnya yang sah. FenNamun, hingga menapak senja rupanya keduanya masih terus aktif mengisi layar kaca. Dunia film laga Indonesia patut berbangga dengan kedua artis laga kawakan ini.

Filmografi Unggulan:

  • Prabu Anglingdarma III Pemburu dari Neraka (1994)
  • Sesepuh Majapahit (1995)
  • Duel the last Choice (2014)
  • Kacaunya Dunia Persilatan (2015)

Filmografi Terkini:

  • Dari Jendela SMP (2020)
  • Dewi Bunga (2020)

 

Baca Juga: Aktor Laga Holywood ini adalah Ahli Bela Diri Indonesia

 

Akhirul Kata

Sebagian besar artis laga Indonesia sebetulnya masih cukup bertenaga dan prima di usia senja untuk terus berkarya. Mereka masih sangat kompetitif. Memang, selagi ada kesempatan, akan lebih baik bagi mereka untuk tetap eksis agar para juniornya dapat menyerap lebih banyak dari mereka.

Demikian. Semoga bermanfaat.

artis artis laga indonesia barry prima film film laga film laga indonesia indonesia laga tetap prima usia senja willy dozan

Related Post

Leave a reply