Apakah yang Dimaksud dengan Membaca Intensif, Ini Jawabannya

90 views

Hybernasi.com –Membaca Intensif. Membaca itu banyak macam dan jenisnya. Membaca bukan sekadar kegiatan mengeja kata dan kalimat, tentu saja. Membaca adalah kegiatan intelektual yang melibatkan banyak aspek, mulai dari aspek yang berhubungan dengan psikis si pembaca sampai dengan faktor-faktor lain yang tidak terkait secara langsung dengan aktivitas di depan kata dan kalimat. Lalu, apakah yang dimaksud dengan membaca intensif? Berikut ini akan diberikan uraiannya secara komprehensif, namun tetap bahasa yang mudah.

apa yang dimaksud dengan membaca intensif

Pada 2021, Kemendagri menurunkan artikel tentang tingkat literasi masyarakat Indonesia berdasarkan laporan yang diturunkan oleh UNESCO. Disebutkan, literasi Indonesia berada di angka buncit: nomer 2 dari bawah, dari total 70 negara yang disurvei. Mengenaskan, bukan?

Namun, di lain pihak tentu saja mengumpulkan bahan bacaan (buku, artikel jurnal, makalah, dan lainnya) dengan sebanyak-banyaknya dan dibaca secara membabi-buta juga bukan bagian dari ciri utama dari melek literasi itu. Membaca buku membutuhkan keterampilan tersendiri, dan itu pun memerlukan “kemelekan” yang tersendiri pula. Kalau saja bahwa mengoleksi dan membaca buku adalah ciri utama dari melek literasi, maka sejatinya dalam beberapa tahun terakhir ini kita semestinya mengalami lonjakan peringkat yang berarti.

Apa alasannya? Jumlah anak-anak bersekolah (mulai dari SD sampai perguruan tinggi) angkanya terus naik dari tahun ke tahun. Jelas, para pelajar tersebut dibebankan tugas –yang utamanya berhubungan dengan buku. Dengan angka pelajar yang terus naik, pembaca buku pun turut naik, dan dengan demikian pembaca buku di negeri ini melonjak sangat jauh dari beberapa tahun sebelumnya. Dengan kata lain, angka orang melek literasi semestinya sudah jauh meninggalkan angka buncit.

Namun, seperti yang disinggung di muka, agaknya melek literasi terutama tidak dicirikan oleh tingkat konsumtifnya kepada buku; melainkan, sejauh mana buku-buku tersebut dapat berkontribusi pada pengembangan intelektual, pemancing keingintahuan, sikap kritis, daya investigatif, dan seterusnya.

 

Membaca Intensif, Apa Maksudnya?

Sebelum beranjak lebih jauh ke dalam pokok-pokok pembahasan dalam ulasan tentang membaca ini, yuk pahami dulu tujuan dan aspek-aspeknya.

 

Tujuan Membaca

Secara umum, tujuan membaca adalah untuk memperoleh informasi. Terdapat pandangan lain, tujuan membaca adalah agar memeroleh banyak informasi dan memahami makna yang terkandung di dalam teks bacaan. Dengan membaca, seseorang dapat membuka cakrawala, wawasan, dan pengetahuan.

Dengan demikian, tujuan membaca sesungguhnya adalah usaha untuk memperoleh beragam informasi yang terkandung di dalam buku, mencari perspektif, mengasah ingatan, dan melatih berpikir kritis. Tujuan membaca juga tak lepas dari upaya memahami suatu argumentasi.

Pembaca dapat menerima atau menolak beragam ide di dalam beragam bahan bacaan. Jadi, membaca tidak hanya berupa aktivitas untuk memindahkan informasi dari teks bacaan ke dalam otak, melainkan pula bertujuan untuk melatih dan mengasah cara berpikir.

 

Aspek-Aspek Membaca

Membaca adalah aktivitas kompleks yang melibatkan sejumlah besar aspek psikis-psikomotorik. Sebelum membaca, tentu saja terdapat proses keterampilan berbahasa, karena keterampilan berbahasa itu sangat berperan penting dalam usaha memahami teks bacaan.

Keterampilan berbahasa merupakan sarana komunikasi yang meliputi keterampilan pendengaran, berbicara, membaca, dan menulis. Oleh karena itu, dalam aspek membaca terdapat aneka kegiatan yang kompleks.

Aspek-aspek dalam membaca meliputi;

  1. Pembaca harus menggunakan pemahaman, imajinasi, amatan, dan daya ingat.
  2. Seorang pembaca harus memiliki keterampilan pengenalan kata, tanda baca, dan keterampilan untuk memahami makna eksplisit di balik suatu teks. Namun aspek utama dalam membaca adalah usaha untuk mengenali dan mengamati suatu bacaan agar mendapatkan informasi yang terkandung dalam bacaan tersebut.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aspek membaca adalah keterampilan pengenalan kata yang merupakan bagian terkecil dari bahasa yang berdiri sendiri dan bila dihubungkan dengan beberapa kata dapat menghasilkan kalimat.

Selanjutnya, mengenal tanda baca yang berarti pengenalan terhadap lambang-lambang, berperan sebagai kaidah dalam suatu bacaan. Jika keterampilan mengenal kata dan tanda baca telah terpenuhi, kemudian perlu juga memahami makna tersurat dalam suatu bacaan. Makna tersurat adalah makna atau maksud yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca melalui media tulis.

Seseorang yang mampu membaca dengan baik tentu tidak dia peroleh secara instans. Dia harus belajar dan berlatih membaca secara intens dan dalam waktu yang lama.

Aspek membaca juga dapat dikatakan sebagai kemampuan manusia dalam rangkaian tindakan kognitif. Karena, segala macam informasi dapat diperoleh melalui bahan bacaan.

Namun, keterampilan membaca memerlukan tingkat pemahaman tertentu, agar maksud dan makna yang diperoleh dari membaca tidak disalahartikan. Dalam membaca, tindakan kognitif tersebut bekerja sama dalam membangun makna melalui penggunaan imajinasi, kemampuan mengamati, kemampuan mengingat serta pengetahuan bahasa.

 

Jenis-Jenis Membaca

Di dalam jenis-jenis membaca, terdapat beragam kategori dan kelompok. Ditilik dari sisi keterdengarannya, membaca terbagi ke dalam 2 (dua) kelompok utama, yaitu; membaca dengan hati dan membaca dengan bersuara atau membaca dengan nyaring.

Namun, jika dipandang dari sisi cakupan bahan bacaan, membaca dikategorikan ke dalam; membaca intensif dan membaca ekstensif. Dan jika ditilik dari tujuannya, membaca terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu; membaca kreatif, membaca literer, dan membaca kritis. Penjelasan masing-masing pembagian tersebut akan diberikan di bawah ini.

 

Membaca Berdasarkan Kadar Keterdengarannya

 

1. Membaca dalam Hati

Sesuai dengan namanya, membaca dalam hati adalah membaca yang tidak melibatkan organ-organ pengucap. Seorang yang membaca dalam hati biasanya membaca dengan berdiam diri.

Kesulitannya, barangkali terlihat pada praktik membaca siswa sekolah dasar. Siswa yang membaca dalam hati umumnya kesulitan saat diminta untuk menjelaskan isi bacaan kepada teman sekelasnya. Mereka agaknya kesulitan menuangkan kembali isi bacaan berdasarkan kalimat dan ungkapannya sendiri.

 

2. Membaca Nyaring

Membaca nyaring adalah sejenis membaca dengan mengangkat suara setinggi-tingginya agar pendengar dapat menyimaknya dengan baik. Jadi, membaca nyaring pada dasarnya adalah proses transfer isi bacaan kepada pendengarnya.

Dengan begitu, pembaca nyaring disyaratkan agar mengerti betul bahan bacaan yang dihadapi. Jika di dalam bahan bacaan terdapat perlambang-perlambang tertentu yang menuntut pembaca harus mengartikulasikannya, pembaca nyaring harus mampu mengartikulasikan perlambang tersebut. Jika tidak, makna yang terdapat dalam teks bacaan tidak akan sampai dengan sempurna kepada pendengarnya.

 

Membaca Menurut Cakupan Bahan Bacaan

 

1. Membaca Intensif

Membaca Intensif adalah membaca yang teliti, cermat, dan saksama. Membaca intensif dilakukan kepada bahan bacaan yang sudah ditentukan, lalu bahan bacaan tersebut dibaca secara serius, dan dimengerti isinya secara mendalam.

Karena tujuan membaca intensif adalah tingkat pemahaman, maka membaca intensif ini terbagi ke dalam beberapa turunan jenis membaca, yaitu;

 

  • Membaca Teliti

Di dalam membaca teliti, seorang pembaca dituntut untuk mengerti betul hubungan antar kata, kalimat, bahkan paragraf. Karena, membaca teliti bertujuan untuk memeroleh pemahaman yang utuh dari suatu teks bacaan.

 

  • Membaca Pemahaman

Membaca pemahaman adalah standar membaca yang digunakan dalam pola pembacaan teks fiksi, teks drama, dan resensi.

 

  • Membaca Kritis

Membaca kritis adalah membaca secara bijak. Yakni, membaca teks dengan sikap evaluatif, investigatif, dan analitis.

 

  • Membaca Ide

Membaca ide, tak lain, adalah pola membaca untuk memeroleh ide yang terbersit dari suatu judul atau tema bacaan. Setelah jawaban atas tema ditemukan, dia akan berusaha mencari lubang dalam bacaan; misalnya, kenapa ini tidak dibahas; kenapa yang itu pembahasannya terlalu panjang; dan seterusnya.

 

  • Membaca Sastra

Membaca sastra adalah membaca karya sastra, baik dalam kepentingan mengapresiasi ataupun demi kepentingan kritik.

 

  • Membaca Bahasa Asing

Membaca bahasa asing, tentu, membaca bahan-bahan bacaan yang berbahasa asing. Tujuannya, barangkali, adalah untuk memperlancar atau menambah kosakata.

 

2. Membaca Ekstensif

Membaca ekstensif adalah membaca bahan-bahan bacaan secara luas, tanpa memandang atau menimbang jenis bacaan. Pembaca adalah seorang yang memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri bahan bacaan mana saja yang hendak dia baca.

Dengan memiliki beragam bacaan, pembaca akan memiliki pengetahuan dan perspektif yang berwarna. Kekayaan pengetahuan dan persepktif ini merupakan satu dari sekian tujuan membaca ekstensif.

Membaca ekstensif juga terbagi ke dalam;

  • Membaca Survei
  • Membaca Sekilas
  • Membaca Dangkal

 

Membaca Berdasarkan Tujuannya

Berdasarkan tujuannya, membaca terbagi ke dalam;

 

1. Membaca Literal

Membaca literal adalah arti lain dari membaca tersurat, yakni membaca hanya untuk memahami makna tersurat suatu teks atau bahan bacaan. Pembaca literal tidak berusaha menyelami arti dan maksud yang tersirat dalam suatu teks.

 

2. Membaca Kritis

Membaca kritis adalah membaca untuk memeroleh pengetahuan, namun secara bijaksana. Dia tidak tunduk kepada teks sepenuhnya, namun juga tidak menolak teks seraya bersikap seolah lebih pandai.

Membaca kritis adalah membaca dengan prinsip kehati-hatian, bersikap mengambil jarak, evaluatif, mendalam, dan analitis. Pembaca kritis mengambil pengetahuan dari bahan bacaan dengan sikap seorang yang haus dan tidak gampang berpuas. Itulah sebabnya, selepas membaca teks dia tidak langsung tunduk kepada pengertian-pengertian baru yang didapat, melainkan berusaha mencari tali-temali dengan pengetahuan-pengetahuan lain yang telah digenggamnya.

 

3. Membaca Kreatif

Membaca kreatif adalah membaca demi memeroleh ide segar, lalu mengombinasikan ide segar tersebut dengan pengetahuan-pengetahuan lain yang telah dia kumpulkan sebelum-sebelumnya.

Pembaca kreatif bersikap sebagai seorang yang suka mengambil ilmu dari buku, dan ilmu tersebut dia dayagunakan dalam kehidupan praksis sehari-hari. Teks bacaan, dengan demikian, sangat memengaruhi sikap, tindakan, dan ucapan seorang pembaca kreatif. Dia betul-betul seorang pengambil manfaat yang sejati.

 

Baca juga: Amin dan Kejanggalan Berbahasa

 

Akhirul Kata

Demikian uraian mengenai, “Apa yang Dimaksud dengan Membaca Intensif” ini Hybernasi persembahkan. Semoga artikel singkat ini dapat memperkaya literatur Anda untuk mengidentifikasi jenis-jenis membaca, aspek-aspek membaca, dan lainnya.

Semoga bermanfaat!

aspek membaca bacaan bahan bacaan jenis jenis membaca membaca membaca dalam hati membaca intensif membaca kritis adalah pembaca teks bacaan tujuan membaca

Related Post

Leave a reply