Apa Sebutan Orang Penerjemah Bahasa? Berikut Uraiannya

376 views

Hybernasi.com –Penerjemah Bahasa. Bekerja sebagai penerjemah bahasa (language translator) kini bukan lagi termasuk pekerjaan sampingan (side job). Anak-anak muda kiwari bahkan menjadikan pekerjaan satu ini sebagai salah satu pilihan karir yang kian digemari. Kemajuan teknologi tentu menjadi alasan utama di baliknya. Namun, apa ya sebutan orang penerjemah bahasa? Berikut ini Hybernasi memberikan penjelasannya.

Sebutan Orang Penerjemah Bahasa

Penerjemah bahasa, secara ringkas, adalah usaha memindahkan atau mengalihbahasakan bahasa yang satu ke dalam lain bahasa. Dunia penerjamahan umumnya mengidentifikasi subyek terjemahan sebagai bahasa sumber (source language), sedang bahasa obyek terjemahan adalah bahasa target (target language).

Namun, dalam praktiknya terdapat perbedaan antara penerjemahan dalam bahasa tulis dan penerjemahan dalam bahasa lisan. Perbedaan pada kedua bidang penerjemahan tersebut mencakup definisi, penamaan/nomenklatur penerjemah, juga tingkat kesulitannya. Namun, tak jarang pula seorang penerjemah bahasa bekerja sebagai penerjemah bahasa tulis dan penerjemah lisan sekaligus. Ini amat tergantung dengan skil dan kemampuan kebahasaan masing-masing penerjemah.

Sekurangnya terdapat tiga istilah yang erat-terkait dengan dunia penerjemahan bahasa, yaitu; juru bahasa, interpreter, dan translator. Berikut penjelasannya!

 

1. Juru Bahasa dan Interpreter

Penjurubahasaan (interpreting) adalah suatu istilah yang disematkan kepada seseorang yang bekerja dalam bidang penerjamahan atau pengalihbahasaan bahasa lisan. Jadi, sebutan orang penerjamah bahasa dalam bidang ini dikenal sebagai juru bahasa, interpreter, atau penerjemah lisan.

Disiplin penerjemahan lisan ala interpreter harus memiliki bekal kemampuan dasar-dasar kebahasaan (lingusitic basic skills) seperti skil pendengaran (listening skill) dan skil kosakata (vocabulary skil) yang mumpuni. Apalagi, interpreter umumnya bekerja pada suatu peristiwa-langsung (live event) yang mempertemukan dua pembicara secara langsung. Para pembicara (speakers) dalam pertemuan-pertemuan tingkat dunia, semisal pertemuan bilateral antar-negara, secara umum didampingi oleh para interpreter. Alasan lazim penggunaan jasa interpreter atau penerjemah lisan itu adalah untuk menghindari miskomunikasi antar-pembicara.

Dengan demikian, seorang interpreter dituntut untuk secara cepat menangkap, mengolah, dan kemudian menyampaikan seluruh pesan yang disampaikan pembicara kepada lawan bicara.

Jadi, jika Anda tertarik dengan jenis pekerjaan penerjemah lisan ini, sebaiknya Anda menyiapkan diri dengan sertifikat TOEFL (Test of English as Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System). Kedua jenis sertifikat ini umum dikenal dalam dunia interpreter, karena kedua sistem tes bahasa asing ini secara luas diakui memiliki standar internasional.

Selain itu, tentu jika Anda tertarik menjadi penerjamah profesional dan formal, Anda harus mengikuti ujian kelayakan yang diadakan oleh HPI (Himpunan Penerjemah Indonesia). Di bagian bawah artikel ini diberikan penjelasan apa yang dimaksud dengan uji kelayakan penerjemah tersebut.

 

Tarif Interpreter Per Jam

Terkait dengan tarif interpreter per jamnya, terdapat beragam varian tarif yang berlaku. Keberagaman tarif tersebut didasarkan kepada tingkat kesulitan dan pasangan pasangan bahasa yang dialihbabahasakan.

Sebagai referensi, berikut ini diberikan simulasi tarif interpreter per jam berdasarkan pasangan bahasa;

  • Pasangan bahasa Inggris/Arab di kisaran 5 – 6 juta
  • Pasangan bahasa Jepang/Korea/Tiongkok/Spanyol/Italia pada kisaran 6,5 – 8 juta
  • Pasangan Jerman/Prancis/Belanda di kisaran 7 – 8,5 juta

Selain sistem tarif per jam tersebut (disebut juga sebagai tarif penerjemah simultan), ada juga sistem tarif harian. Sistem tarif harian ini tentu saja berlaku bagi mereka yang bekerja di bawah suatu agensi interpreter/penerjemah. Dan untuk yang harian, tarifnya ada pada kisaran 2,5 – 3 juta.

 

2. Translator

Seperti halnya pekerjaan penerjemah lisan di atas, penerjemahan seorang translator hanya dibedakan berdasarkan obyek dan hasil terjemahannya. Jika penerjemah lisan bekerja dalam suatu “media” live event, maka translator bekerja melalui media teks.

Translator menerjemahkan teks dalam beragam variannya. Translator misalnya mengalihbahasakan teks novel, buku-buku ilmiah, ebook, artikel jurnal dan populer, dan lain sebagainya. Termasuk juga dokumen-dokumen resmi seperti ijazah, sertifikat, akta perusahaan, atau dokumen-dokumen hukum yang lain. Karena pekerjaan translator yang kadang “demikian formal”, maka di Indonesia diberlakukan istilah sworn translator (penerjemah bersumpah) dan non-sworn translator (penerjemah tak bersumpah).

Apa itu sworn translator? Sworn translator adalah penerjemah yang telah mengikuti uji kelayakan penerjemahan yang diadakan oleh HPI (Himpunan Penerjemah Indonesia). Uji kelayakan ini disebut UPK (Ujian Kualifikasi Penerjemah). Penerjemah yang dinyatakan lulus adalah penerjemah yang memiliki nilai A (sertifikat A), dengan rentang skor antara 80 – 100.

Sebaliknya, non-sworn translator adalah para penerjemah yang tidak melalui penjenjangan kualifikasi HPI tersebut. Namun begitu, sekalipun mereka tidak memiliki kualifikasi HPI, mereka juga penerjemah profesional. Kualitas para penerjemah ini murni ditentukan oleh pangsa pasar mereka sendiri. Dengan kata lain, jika klien merasa puas dengan karya mereka, pasar untuk jasa penerjemahan mereka sangat kompetitif.

Dan level kompetitif tersebut tidak hanya berlaku pada pangsa pasar, melainkan pula pada tarif terjemahan. Persisnya, penerjemah yang bersertifikat HPI tidak otomatis bertarif lebih mahal dari yang penerjemah non-HPI.

 

Jasa Terjemahan Bahasa Inggris

Pangsa pasar terjemahan bahasa Inggris menjadi pasar yang paling banyak dilirik, baik oleh penerjemah bersumpah atau penerjemah tak bersumpah. Kehadiran mesin penerjemahan (translator tool) rupanya tidak mematikan jasa terjemahan bahasa Inggris ini.

Ini tak lain karena bahasa Inggris yang kian populer, baik di kalangan pergaulan lokal hingga dunia. Pergaulan antar-negara serumpun, negara-negara ASEAN misalnya, lebih banyak terbina melalui medium bahasa yang satu ini. Pertemuan-pertemuan tingkat tinggi, lebih-lebih sebelum diresmikannya bahasa Indonesia sebagai bahasa regional ASEAN, secara umum menggunakan bahasa Inggris.

Juga, tak kalah penting adalah bahasa pengantar kuliah. Kampus-kampus yang membuka diri pada pertukaran pelajar (student exchange) antar-negara di kawasan juga mensyaratkan penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu kualifikasi kelulusan, selain bahwa kampus-kampus di negara-negara kawasan tersebut juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan.

 

Tarif Terjemahan

Terhadap tarif terjemahan ini, terdapat dua perspektif yang bisa dipakai. Yakni, tarif terjemahan per kata dan tarif terjemahan per lembar.

Berdasarkan Acuan Tarif Penerjemahan yang dikeluarkan oleh HPI pada tahun 2012, dan dimutakhirkan kembali pada Januari 2022, disebutkan berbagai varian tarif terjemahan yang didasarkan kepada tarif per halaman jadi. Maksudnya, tarif terjemahan didasarkan pada halaman terjemahan; bukan halaman bahasa sumber.

Berikut rinciannya;

 

Dari Bahasa Asing ke Bahasa Indonesia/Sebaliknya

    1. Bahasa Jepang (420 ribu)
    2. Bahasa Inggris (250 ribu)
    3. Bahasa Belanda (450 ribu)
    4. Bahasa Jerman (414 ribu)
    5. Bahasa Mandarin (410 ribu)
    6. Bahasa Prancis (366 ribu)
    7. Bahasa Asing Lainnya (300 ribu)

Dari Bahasa Lokal ke Indonesia/Sebaliknya

Tarif untuk penerjemahan bahasa lokal ke bahasa Indonesia atau sebaliknya adalah 174.000

 

Format Per Halaman Jadi

Page Size         : A4

Margin             : 2,5 cm

Font                 : Arial

Font Size         : 12

Paragraph        : Double

Nah, untuk tarif terjemahan perkata, silakan Anda membuat perbandingan dengan tarif per halaman jadi tersebut. Dengan membuat perbandingan ini, Anda akan terhindar dari pemasangan tarif yang terlampau rendah atau terlalu tinggi.

 

Kode Etik Penerjemah

Sebagai pekerjaan profesional, tentu saja di dalam dunia penerjemahan terdapat rambu-rambu atau kode etik penerjemah yang harus menjadi pantangan semua penerjemah. Penerjemah tidak diperkenankan melakukan hal-hal berikut ini;

  • Tidak menduplikasi atau menggandakan hasil terjemahan, dengan maksud mengambil untung dalam bentuk lain.
  • Menyebarkan dokumen terjemahan.
  • Penerjemahan dilakukan dengan translator tool.
  • Menandatangani hasil terjemahan.
  • Memanipulasi terjemahan, sehingga hasil terjemahan melenceng jauh dari teks asli.

 

Baca juga: Kaidah Translate Dokumen di Google Translate

 

Akhirul Kata

Penyebutan orang penerjemah bahasa itu ada dua, yakni interpreter dan translator. Interpreter adalah penerjemah lisan, sedangkan translator adalah penerjemah teks. Jadi, kedua bidang penerjemah ini hanya dibedakan oleh objek terjemahan.

Demikian, semoga bermanfaat!

bahasa bekerja sebagai penerjemah interpreter juru bahasa interpreter orang penerjemah bahasa penerjemah bahasa sebutan orang penerjemah sworn translator tarif terjemahan terjemahan terjemahan bahasa inggris translator

Related Post

Leave a reply