๐๐ฎ๐ฅ๐š๐ง๐ 

680 views
Pulang

Selain sebagai salah satu โ€œimam mazhabโ€ terpenting kepenyairan di Indonesia, Sapardi Djoko Damono merupakan seorang Guru Besar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI). Salah satu syair SDD (panggilannya) adalah syair berjudul โ€œHujan Bulan Juni,โ€ dan puisi di bawah ini merupakan puisi untuk mengenang kepergian sang legenda. (Sumber foto: kumparan.com)

 

๐‘†๐‘’๐‘œ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘˜๐‘Ž๐‘ค๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘Ž๐‘ ๐‘’โ„Ž๐‘Ž๐‘ก๐‘–

๐‘ƒ๐‘ข๐‘™๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘˜๐‘’ ๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Žโ„Ž ๐‘˜๐‘Ž๐‘ข ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘”๐‘–

 

Kini dia pulang

Dengan segepok kenangan

Berlinang-linang di jalanan penuh hujan

: pada hujan bulan juni

Ini bulan ketujuh, kawan

Kemarau masih panjang

Engkau tak mungkin pulang

Membawa hujan

Junimu juga bukan bulan keenam

Di mana air dan hujan

Saling cakar berebut kesunyian

Atau ia memang duka abadi

Yang sengaja kau buramkan

Dan tak pernah ada kata

Dalam sajak atau apa saja

Yang dapat mencongkelnya

Dari kesunyian

Hingga kau pulang

 

Lapang

Lapanglah jalanmu

puisi puisi bulan juni sapadi djoko damono sdd

Related Post

Leave a reply